Friday, May 26, 2017

Di awal ramadhan ini,
doa-doa dipanjatkan.

Friday, February 17, 2017

Memikirkanmu

Friday, December 23, 2016

Saat rindu... hanya bisa mendoakan.

Tuesday, November 29, 2016

Impian

Ketika rasa menjelma bayangan... Berdebar hati ini. Dan merona wajahku..

Rabb....kubisikkan kepadaMu segala harapan dan impian.

Saturday, November 26, 2016

Memang perlu

Kita memang perlu bersikap jujur. Dengan kejujuran itu kita bisa saling menghargai satu dengan lainnya.

Thursday, November 10, 2016

Ikhtiar...dan doa.
Lalu bersyukur apa yang ada.

Monday, October 24, 2016


Jangan dipaksakan

Saturday, August 06, 2016




Segala berserah kepadaNya



Thursday, September 05, 2013






Seperti kehidupan yang mulai dimengerti
Begitu juga terhadap jagad benakmu






Saturday, August 31, 2013

Menata Lagi



Rasa dan benak telah melahirkan banyak bahasa, banyak pula makna yang terserak. Ku coba mengenali dan lebih mengakrabinya lagi dengan jelas, biar tepat menempatkannya pada ruang benak. Belum sempurna memang, maka begitulah yang perlu terus dilakukan. Lebih sering maka lebih terampil dan kita mendekati sempurna (menatanya). Bekerja saja dan waspada (seperti yang kerap mereka sarankan). Belajar dengan ikhlas kepada kehidupan memang perlu, dengan begitu kita akan lebih pandai (dalam belajar menempatkan).



Wednesday, August 28, 2013

Ia dan Cintanya



Terbuka dan mencintai,..begitu ia menerimanya. Ia mencintai dengan kepolosan jiwanya. Apakah kepolosan selalu "bodoh"..? Dan benar, dalam beberapa hal ia tak selalu benar.

Maka kemudian ia bercita-cita besar. semua demi cintanya yang mulai berarti. Lalu dimulainya sebuah pergulatan.. juga pendekatan kepada hal-hal baik, yang dulu terlupakan, diabaikan, terkangkangi. Ia sadar tentang sesuatu yang perlu diluruskan dan kebersamaan yang damai untuk diwujudkan.

Namun, ruang seketika sepi membisu. Segalanya telah terlanjur tak dipercaya. "Kehilangan" tak ayal demikian pahit.

Ia kini hanya dapat menyaksikan alam. Cintanya dirasakan, walau tak dapat digenggam atau dimiliki.

                                                                     

Tuesday, May 14, 2013

Serupa Kasmaran



begitu banyak kelemahan, hingga perjalanan tak selalu serupa impian
tapi nafas yang tersisa diperjuangkan
dan tak menyerah dari harapan

di atas perahu..
ku masih memandang cakrawala samudera yang luas dan jauh
rasakan angin, liuk perahu, buih, juga gelombang
perahu bergerak, tenang berlayar


Wednesday, April 17, 2013

Di Penggalan Perjalanan..


perihal, Ia hadapkan.
setelahnya, kami hanya dapat memandangnya dengan sederhana.
hingga yang Ia cipta......tunduk.

Sedikit pun tak ada yang kurang untuk diterima. Segalanya berharga karena bermakna..



Friday, September 28, 2012



Semua yang kita alami membuatku mengerti....





KAU MEMBANGUNKAN KESADARANKU,
Sayang.





Wednesday, August 29, 2012

Rindu Cahaya



terceraikan bagai debu terhempas angin 
dan terkubur..





tak ada yang berubah, juga dawai di dada
hanya terus jalani yang teryakini
dan bertanggung jawab

jika kelak dapat damai, hidup berdampingan dengan keadilan
mungkin tak perlu terceraikan lagi

kumerindu cahaya
kurindu terang.


Saturday, December 24, 2011

Tuesday, December 06, 2011



apa lagi yang dapat dikatakan oleh hati
saat palu diketuk..
dan waktu telah berhenti untuk pengharapan yang menjulang
hanya kepalsuan, ketika menyangkal kesedihan



Tuesday, November 29, 2011

Hening


Kini ia merasa sendiri.. dalam kesendirian yang nyata. Mungkinkah untuk menghayati sesuatu?  Jika ia lekas pintar dan kemudian bisa memetik makna yang berarti untuk terus hidup, kesendirian ini benar berguna.

Telah banyak tinta, seperti darah dan air mata. Segala lekat pada benak. Menjadi sejarah. Tentang cinta, pengabdian, pengorbanan.  Dalam debar dan rasa, begitu setia dengan sederhana, ia menerima dan menghayati cinta. Ia punya mimpi – yang sering ia bisikkan pada cinta. Tentang kesungguhannya pada keabadian cinta yang ia kira. Ia mencoba dewasa menjalani cinta. Mungkinkah rasa yang tak bertaut, ataukah tak cukup pijakan yang kuat..

Mereka bilang, "Jangan berhenti berjuang ketika masih dapat berbuat". "Jangan matikan cinta ketika rasa masih bergelora". Ia tercenung, betapa butuh bijaksananya melalui semua itu. Sementara realita bekerja tanpa dapat dicegah. Ia dipaksa berhenti, menghormati pilihan-pilihan dan menjinakkan harapan. Mungkin selain menghayati cinta, ia juga harus belajar lebih banyak tentang kemanusiaan. Segala bermakna. Rasa yang mendamaikan, juga sepatutnya lebih mendewasakan. Harapan yang tak sampai bukanlah akhir kehidupan.

Meski tak habis cintanya.. ia harus ikhlas bahwa di dunia ini semuanya bertepi. Ia hanya berupaya santun pada takdir. Sambil mengambil langkah untuk membangun pijakan-pijakan yang lebih kokoh, yang mungkin akan lebih berguna untuk suatu saat. Dalam heningnya di kesendirian.. dari letup hati, makna-makna bermekaran. Mungkin benar ia membutuhkan kesendirian ini, berharap menjadi bijaksana ketika harapan-harapan dihadapkan.


Wednesday, November 16, 2011



pekat..
di pusaran waktu..
kesedihan yang larut..
hanya rasa sayang, penentram gulana
                     



Wednesday, June 22, 2011

Menjadi luar biasa..

Jangan pernah menyerah ketika mendapati diri tak juga berada dalam sebuah pencapaian. Banyak cermin yang selalu bisa menjadi motivasi untuk membuka mata pikiran kita meraih sesuatu yang kita harapkan. Terkadang, cermin itu begitu indah dan sempurna, seperti absurd. Tapi untuk diri kita, akan selalu ada cara yang dapat dipakai, jalan yang bisa kita lalui. Apakah yang kau inginkan? Sebut saja sebanyak mungkin. Aku pun memiliki banyak keinginan, terlampau banyak bahkan, dan kuhanya meniti mereka dengan langkah-langkah ‘biasa’. Untuk pencapaian tak masalah; satu, dua atau lebih banyak lagi, bahkan kau boleh mewujudkan semuanya. Lakukan saja... karena mereka adalah warna hidup, mereka bermakna. Mungkin cukup meresapi satu hal; "Memulai dari sekarang melakukan langkah luar biasa. Merasakannya. Karena di antara sekian keterpurukan langkah-langkah itu akan terasa indah, dan ia-lah yang terus memelihara semangat dan senyuman sampai pada pencapaian.” Diriku dirimu sama saja, mari kita coba untuk menjadi luar biasa.