Bersama pena kunikmati kopi
Wednesday, September 20, 2017
Friday, May 26, 2017
Friday, February 17, 2017
Friday, December 23, 2016
Tuesday, November 29, 2016
Impian
Ketika rasa menjelma bayangan... Berdebar hati ini. Dan merona wajahku..
Rabb....kubisikkan kepadaMu segala harapan dan impian.
Saturday, November 26, 2016
Memang perlu
Kita memang perlu bersikap jujur. Dengan kejujuran itu kita bisa saling menghargai satu dengan lainnya.
Thursday, November 10, 2016
Monday, October 24, 2016
Saturday, August 06, 2016
Thursday, September 05, 2013
Saturday, August 31, 2013
Menata Lagi
Rasa dan benak telah melahirkan banyak bahasa, banyak pula makna yang terserak. Ku coba mengenali dan lebih mengakrabinya lagi dengan jelas, biar tepat menempatkannya pada ruang benak. Belum sempurna memang, maka begitulah yang perlu terus dilakukan. Lebih sering maka lebih terampil dan kita mendekati sempurna (menatanya). Bekerja saja dan waspada (seperti yang kerap mereka sarankan). Belajar dengan ikhlas kepada kehidupan memang perlu, dengan begitu kita akan lebih pandai (dalam belajar menempatkan).
Wednesday, August 28, 2013
Ia dan Cintanya
Terbuka dan mencintai,..begitu ia menerimanya. Ia mencintai dengan kepolosan jiwanya. Apakah kepolosan selalu "bodoh"..? Dan benar, dalam beberapa hal ia tak selalu benar.
Maka kemudian ia bercita-cita besar. semua demi cintanya yang mulai berarti. Lalu dimulainya sebuah pergulatan.. juga pendekatan kepada hal-hal baik, yang dulu terlupakan, diabaikan, terkangkangi. Ia sadar tentang sesuatu yang perlu diluruskan dan kebersamaan yang damai untuk diwujudkan.
Namun, ruang seketika sepi membisu. Segalanya telah terlanjur tak dipercaya. "Kehilangan" tak ayal demikian pahit.
Ia kini hanya dapat menyaksikan alam. Cintanya dirasakan, walau tak dapat digenggam atau dimiliki.
Tuesday, May 14, 2013
Serupa Kasmaran
begitu banyak kelemahan, hingga perjalanan tak selalu serupa impian
tapi nafas yang tersisa diperjuangkan
dan tak menyerah dari harapan
di atas perahu..
ku masih memandang cakrawala samudera yang luas dan jauh
rasakan angin, liuk perahu, buih, juga gelombang
perahu bergerak, tenang berlayar
dan tak menyerah dari harapan
di atas perahu..
ku masih memandang cakrawala samudera yang luas dan jauh
rasakan angin, liuk perahu, buih, juga gelombang
perahu bergerak, tenang berlayar
Wednesday, April 17, 2013
Di Penggalan Perjalanan..
perihal, Ia hadapkan.
setelahnya, kami hanya dapat memandangnya dengan sederhana.
hingga yang Ia cipta......tunduk.
Sedikit pun tak ada yang kurang untuk diterima. Segalanya berharga karena bermakna..
Friday, September 28, 2012
Wednesday, August 29, 2012
Rindu Cahaya
terceraikan bagai debu terhempas angin
dan terkubur..
tak ada yang berubah, juga dawai di dada
hanya terus jalani yang teryakini
dan bertanggung jawab
jika kelak dapat damai, hidup berdampingan dengan keadilan
mungkin tak perlu terceraikan lagi
kumerindu cahaya
kurindu terang.
kurindu terang.
Saturday, December 24, 2011
Tuesday, December 06, 2011
Tuesday, November 29, 2011
Hening
Kini ia merasa sendiri.. dalam kesendirian yang nyata.
Mungkinkah untuk menghayati sesuatu? Jika ia lekas pintar dan kemudian bisa
memetik makna yang berarti untuk terus hidup, kesendirian ini benar berguna.
Telah banyak tinta, seperti darah dan air mata. Segala lekat pada benak. Menjadi sejarah. Tentang cinta, pengabdian, pengorbanan. Dalam debar dan rasa, begitu setia dengan sederhana, ia menerima dan menghayati cinta. Ia punya mimpi – yang sering ia bisikkan pada cinta. Tentang kesungguhannya pada keabadian cinta yang ia kira. Ia mencoba dewasa menjalani cinta. Mungkinkah rasa yang tak bertaut, ataukah tak cukup pijakan yang kuat..
Mereka bilang, "Jangan berhenti berjuang ketika masih dapat berbuat". "Jangan matikan cinta ketika rasa masih bergelora". Ia tercenung, betapa butuh bijaksananya melalui semua itu. Sementara realita bekerja tanpa dapat dicegah. Ia dipaksa berhenti, menghormati pilihan-pilihan dan menjinakkan harapan. Mungkin selain menghayati cinta, ia juga harus belajar lebih banyak tentang kemanusiaan. Segala bermakna. Rasa yang mendamaikan, juga sepatutnya lebih mendewasakan. Harapan yang tak sampai bukanlah akhir kehidupan.
Meski tak habis cintanya.. ia harus ikhlas bahwa di dunia ini semuanya bertepi. Ia hanya berupaya santun pada takdir. Sambil mengambil langkah untuk membangun pijakan-pijakan yang lebih kokoh, yang mungkin akan lebih berguna untuk suatu saat. Dalam heningnya di kesendirian.. dari letup hati, makna-makna bermekaran. Mungkin benar ia membutuhkan kesendirian ini, berharap menjadi bijaksana ketika harapan-harapan dihadapkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)